Kamis, 13 Februari 2014

Contoh Soal-Soal Bahasa Indonesia SMP tentang Cerpen


1. Ceramatilah penggalan cerpen berikut!
            Angin kencang menghembus rambutku seolah berkata, jangan lakukan. Tapi, aku tidak bisa berhenti begitu saja. Aku sudah siap jatuh ke lubang kematian, kakiku sudah berada di pinggir tebing. Tiba-tiba terdengar suara yang membuatku ingin menghentikan semua. Aku tidak bisa, semua orang membuatku tak bisa menahan derita hati ini. Mereka semua selalu berkata “Cepatlah mati!”
1.  Tema yang tepat untuk penggalan cerpen diatas adalah...
a.  Ketegaran                                     c.   Kesedihan
b.  Keputus-asaan                             d.   Kesakitan
Jawaban : B

2. Cermatilah penggalan cerpen berikut!
            (1) Suatu desa di lereng Gunung Salak, Jawa Barat, lewat tengah hari. Seorang yang tampangnya menyerupai pengantar pos, mampir ke rumah lurah. (2) Desa itu hanya sebulan sekali menerima kiriman pos, itu pun jika ada truk perkebunan yang sukarela mau mengantarkan surat-surat dari Kantor Pos Bogor ke sana. (3) Dapat dibayangkan betapa penerimaan pos bagi desa merupakan peristiwa yang sangat penting.  (4) Begitu pentingnya hingga lurah selalu memukul kentong untuk memberitahukan semua penghuni desa bahwa pos datang.
Unsur intrinsik yang menonjol dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
a. Setting                                           c. Amanat
b. Alur                                               d. Tema
Jawaban : A

3. Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
            Hiroki Sensei sangat terkejut mendengar perkataan Perdana Menteri.
            “Apa? Aku adalah Putra Mahkota? Tidak mungkin! Jangan bercanda!,”
            “Tapi, itu memang benar! Kau pasti mengenal kalung ini kan’?”
            Hiroki Sensei menatap tajam kalung itu. Ya, dia memang mengenalnya karena itu miliknya. Tiba-tiba, Hiroki Sensei  teringat kata-kata ayahnya.
            “Hiroki, aku ini bukan ayah kandungmu. Kau sebenarnya orang penting di negeri ini, kau harus tetap hidup, nak!”

3.  Jenis alur dalam penggalan cerpen diatas adalah...
a. Maju                                                           c.  Maju-Mundur
b. Mundur                                                      d.  Mundur-Maju
Jawaban :  B

4. Cermatilah penggalan cerpen “Bodoh” karya Putu Wijaya berikut!
            Perusahaan Alung mendadak maju. Uang membanjir kedalam hidupnya. Ia bersinar dan kukuh. Penghuninya berseri-seri. Alung sendiri, dengan muka persegi, rambut yang separuh ubanan, tiba-tiba saja menarik. Seyumnya jadi memikat dan kata-katanya senang didengarkan oleh orang lain.
            “Saya tidak tahu, saya hanya mencoba-coba saja. Saya tidak punya ilmu apa-apa. Ini hanya nasib baik,” kata Alung kepada seorang wartawan ketengan yang mencoba mewawancarai-sekaligus hendak menggaet amplop. Alung sama sekali tidak berusaha untuk membanggakan dirinya. Ia malah ketakutan karena tak terbiasa dengan uang banyak.
Unsur intrinsik yang tidak muncul dalam kutipan cerita tersebut adalah...
a. Alur                                                                        c. Klimaks
b.. Tokoh                                                                     d. Amanat
Jawaban : C

Bacalah kutipan cerpen berikut kemudian kerjakan soal nomer 5 s.d. 7!

            Suatu sore pernah saya kedatangan tamu yang tak diundang. Waktu itu saya sedang duduk rileks di beranda rumah, sambil makan roti tawar. Tiba-tiba seorang pengemis lelaki menyodorkan telapak tangan pada saya. Orangnya kurus kering. Pakaian dekil dan bertambal sana sini. “Sedekah tuan. Kasihanilah orang tak punya.” Demikian sang pengemis melontarkan kepada saya.
            Mungkin karena saya masih diam dan bermuka tak damai, kembali si pengemis dengam mimik yang menyakinkan menadahkan tangan.
            “Tolonglah beri makan sedikit saja, Tuan. Dari kemarin saya belum makan, lapar Tuan...”
            Terdorong oleh perasaan kemanusiaan yang sama-sama punya hak atas hasil bumi nusantara ini, saya berdiri. Lalu sepotong roti tawar saya comot dari piring. Lantas roti itu saya lemparkan kepadanya. Pas jatuh di lantai dekat kakinya. Saya kira ia akan cepat-cepat menerkam roti itu dan dengan rakusnya melumat habis. Sebab, ia lapar bukan? Eh, tau-taunya si pengemis ini tertegun. Matanya yang tadi sayu, kini menatap saya tajam. Sambil menyeka keringat kelaparan yang memeleh di keningnya, pengemis itu berkata dengan sopan kepada saya.
“Maaf, Tuan saya memang lapar... Tetapi cara Tuan memberi saya tadi mengakibatkan saya kenyang. Terima kasih, Tuan!” Kemudian ia berlalu.

5. Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah...
a. Pada siang hari di rumah
b. Siang hari di depan rumah
c. Sore hari di beranda rumah
d. Sore hari di dalam rumah
Jawaban : C

6. Bukti yang menunjukkan watak tokoh saya angkuh terdapat pada...
a. Paragraf pertama kalimat kedua
b. Paragraf pertama kalimat ketiga
c. Paragraf keempat kalimat pertama
d. Paragraf keempat kalimat ketiga
Jawaban : D

7. Cara pengarang menggambarkan watak tokoh saya dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
  1. Pelukisan tindakan                            c. Dialog antartokoh
  2. Diceritakan tokoh lain                     d. Diceritakan pengarang
Jawaban : A

8. Kita sering melihat ataupun mengalami sebuah peristiwa. Peristiwa yang dimaksud tersebut dapat terjadi jika memiliki syarat-syarat berikut, kecuali...
  1. Ada unsur pelaku                              c. Ada unsur tempat
  2. Ada unsur waktu                               d. Ada penulis skenario
Jawaban : D

9. Setelah membaca sebuah cerpen, kamu memperoleh tugas menceritakan kembali isi cerpen tersebut seorang diri secara lisan. Tugas yang kamu peroleh tersebut paling tepat diwujudkan dalam bentuk...
  1. Monolog                                              c. Drama
  2. Dialog                                                 d. Fragmen
Jawaban : A

10.       ....
            Dokter yang kupanggil datang, dan dia langsung memeriksa suhu badan anak itu.
            “Berapa, Dok?” tanyaku.
            “Seratus dua.”
            Dokter itu meninggalkan tiga macam obat. Satu untuk menurunkan demam satu untuk membunuh virus influenza dan yang ketiga untuk menetralkan asam. Dokter itu menerangkan dan menyarankan agar kami tidak usah cemas, itu flu ringan.
            Saya kembali ke kamar anak saya dan menulis suhu badan anak itu  serta membuat catatan tentang waktu untuk meminum kapsul itu.
            “Kamu ingin dibacakan sesuatu?”
            “Kalau papa mau.”
            .....
Cerpen tersebut dapat diubah menjadi drama karena didalamnya terdapat komponen...
  1. Tokoh, watak, dialog, konflik, alur.
  2. Tokoh, sutradara, dialog, konflik, alur.
  3. Tokoh, watak, skenario, konflik, alur.
  4. Tokoh, watak, dialog, tata dekorasi, konflik, alur.
Jawaban : A

1 komentar: